PERKEMBANGAN ALAT PEMBAYARAN

by -100 Views

Hai Sobat Sikapi, kalian tentu udah tak asing dan tidak jarang kali bertransaksi memakai “Uang” kan. Nah udah jadi pengetahuan umum nih, bahwa duit dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai masing-masing alat tukar yang bisa diterima secara umum. Alat tukar tersebut dapat berupa benda apapun yang bisa diterima oleh masing-masing orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Tetapi apakah kalian telah tau bagaimana perubahan uang sampai bentuknya gak tampak lagi alias gak terdapat fisiknya alias cashless laksana sekarang? Jauh sebelum mengenal uang, insan sudah mengerjakan transaksi dengan memakai praktik barter yaitu, pertukaran barang dan/ atau jasa guna barang dan/atau jasa yang diinginkan. Misalnya saja menukar sekarung beras guna sekantong kacang. Praktik barter telah dibuka sejak puluhan ribu tahun kemudian dan masih bertahan hingga mula manusia modern. Hanya saja masalah muncul saat dua orang yang hendak bertukar tidak bersepakat dengan nilai pertukarannya. Apalagi andai salah satunya tidak terlalu perlu dengan urusan yang bakal ditukar.

 

Seiring berjalan nya waktu, di era digital ini Pinjaman bisa di dapatkan melalui aplikasi contohnya SINGA , anda hanya perlu menggunakan KTP dan slip gaji anda. pinjaman online lebih capat cair di bandingkan dengan pinjaman non online,Pinjaman Online hanya memakan waktu beberapa jam saja.berbeda halnya dengan pinjaman non online ada harus memiliki barang yang harus di tahan sampai uang pinjaman anda lunas terbayar bukan itu saja waktu proses juga lumayan lama dengan memakan waktu kurang lebih 1 minggu.

 

Akhirnya sistem barter ini digantikan dengan commodity currency, masih sama-sama memakai barang tetapi barang itu harus yang telah diterima secara umum sebagai media pertukaran maupun sebagai sebuah standard nilai yang dipakai dalam pertukaran barang oleh masyarakat.  Contohnya, sekitar ratusan tahun emas bisa langsung dipakai untuk melakukan pembelian barang, tetapi emas pun memiliki faedah lain contoh sebagai pajangan maupun perhiasan. Karena keperluan manusia yang terus bertambah dan tidak efisiennya pemakaian barter maupun duit komoditas, masyarakat mengembangkan perangkat tukar yang lebih tepat guna dan terukur yakni uang. Bentuk uang pun terus berevolusi dari sejak mula kemunculannya. Yang kesatu ialah uang kartal, format uang kartal yang anda kenal terdapat dua macam yakni uang logam dan duit kertas, duit kartal biasa anda sebut dengan duit tunai.

 

Di Indonesia format uang kartal sudah dipakai sejak zaman penjajahan. Pada masa jaman penjajahan Belanda, duit diterbitkan oleh VOC dalam format koin dan kertas. Begitu pula pada masa penjajahan Jepang, mereka mengeluarkan uang koin dan kertas versi pemerintah Jepang. Uang koin pada masa ini diciptakan menggunakan alumunium dan timah. Nah, barulah sesudah proklamasi kebebasan pemerintah Indonesia merasa perlu mengeluarkan uang sendiri yang dinamakan sebagai ORI (Oeang Republik Indonesia). Penerbitan ini sebagai emblem identitas kebebasan serta kedaulatan Indonesia dan pun sebagai perangkat pemersatu bangsa. Uang tunai memang memberi fasilitas dalam bertransaksi. Namun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan teknologi, pemakaian uang tunai dirasa lumayan praktis melulu untuk transaksi dengan nilai kecil, pasti akan susah mendapatkan dan membawa jasmani uang dalam jumlah tidak sedikit untuk transaksi yang bernilai besar.

 

Selain tersebut membawa duit tunai mulai dirasakan tidak aman sebab maraknya pencurian, perampokan, dan pemalsuan sehingga menciptakan orang fobia menyimpan atau membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Kendala-kendala itu akhirnya menimbulkan inovasi dalam membuat alat pembayaran non-tunai yang lebih praktis dan efisien. Bentuk perangkat pembayaran non-tunai juga beragam. Pertama terdapat yang paper-based, misalnya cek/ bilyet dan giro, format ini adalahsurat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah bank sebagai instrumen penarikan dana nasabah yang memiliki kemudahan rekening giro/ tabungan koran. Kedua, card-based misalnya kartu kredit dan kartu debet, duit ini mempunyai sifat akses dan tidak ada pendaftaran dana pada instrumen kartu. Dana sepenuhnya berada dalam pengelolaan bank sepanjang belum terdapat otorisasi dari nasabah untuk mengerjakan pembayaran. Ketiga, electronic based contohnya duit elektronik, mempunyai sifat prabayar (prepaid) nilai uang telah tercatat dalam duit elektronik dan sepenuhnya dalam penguasaan konsumen.

 

Bagi yang paper-based dan card-based tentu Sobat Sikapi telah gak asing lagi. Nah, guna yang electronic-based atau duit elektronik semakin hari kian berkembang nih. Saat ini duit elektronik juga dapat digunakan guna jenis pembayaran mikro sebagai pengganti uang, contohnya bila Sobat Sikapi melakukan pembelian barang di mini market atau bayar tol dengan duit elektronik. Namun sebab penguasaan sepenuhnya terdapat di tangan konsumen dan tidak butuh otorisasi ketika transaksi, duit elektronik bisa dipindah tangankan dengan sangat gampang jadi Sobat mesti hati-hati menyimpannya tidak boleh sampai hilang. Pembayaran non-tunai dewasa ini kian berkembang lagi dengan timbulnya pembayaran digital memakai QR Code, QR Code atau kode QR ialah sebuah kode matriks (kode dua dimensi) yang diciptakan kesatu kali oleh perusahaan Jepang Denso-Wave pada tahun 1994.

 

The “QR” berasal dari kata “Quick Response“, cocok namanya kode ini diciptakan supaya kamera digital dapat dengan cepat dan mudah menyimak kode/ kalimat/ data yang terdapat di dalamnya. Sistem pembayaran QR Code hadir supaya transaksi dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan pastinya cashless. Untuk dapat bertransaksi dengan QR Code Sobat lumayan menggunakan smartphone dan koneksi internet, dimana lebih sederhana dikomparasikan sistem pembayaran non tunai lainnya yang memerlukan kartu tambahan. Transaksi QR Code payment memakai sumber dana berupa tabungan dan/atau instrumen pembayaran berupa kartu debit, kartu kredit, dan/atau duit elektronik yang memakai media penyimpanan server based. Fiuh~ cepat sekali ya Sobat pertumbuhan alat pembayaran sejumlah tahun belakangan ini. Berbagai inovasi maupun transformasi bakal terus dilaksanakan untuk memudahkan dan meningkatkan ketenteraman sistem pembayaran ke depannya dalam menghadapi era digitalisasi yang ketika ini terjadi.

 

Untuk tersebut Sobat Sikapi pun harus dapat mengikuti pertumbuhan ini tidak boleh sampai tertinggal, manfaatkan inovasi-inovasi yang terdapat dengan baik. Walaupun pemakaian alat pembayaran semakin menawarkan fasilitas bahkan pun memberikan deviden lainnya laksana cashback atau potongan harga, Sobat mesti tetap arif menggunakan uang. Apapun bentuknya, tersebut tetap duit dan berharga ya Sobat. Ingat, ORI aja kesatu kali diterbitkan sebagai perangkat pemersatu bangsa, tidak boleh sampai sekarang anda malah mundur ke belakang, jadi terbelah belah karena uang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.